BerandaPendidikanToilet SDN Tunjung Teja 1 Beranggaran Rp173 Juta Disamakan dengan Rumah Subsidi,...

Toilet SDN Tunjung Teja 1 Beranggaran Rp173 Juta Disamakan dengan Rumah Subsidi, Temuan di Lapangan Bikin Warga Geram

SERANG – Proyek pembangunan toilet (jamban) di SDN Tunjung Teja 1, Kabupaten Serang, kembali mengguncang jagat pemerhati pendidikan. Dengan anggaran mencapai Rp173 juta—setara pembangunan satu unit rumah subsidi—proyek yang dibiayai melalui DAU Pendidikan Kabupaten Serang Tahun 2025 ini justru dipenuhi dugaan pelanggaran teknis dan kelalaian fatal pada aspek keselamatan kerja (K3).

Investigasi lapangan yang dilakukan intipena.com bersama jaringan penasultan.co.id mengungkap fakta mencengangkan: toilet mahal ini dibangun dengan pola kerja yang jauh dari standar, bahkan terkesan asal-asalan.

APD Tidak Pernah Diberikan, Pekerja “Nyeker” di Area Proyek Sekolah

Di lokasi, terlihat jelas para pekerja bekerja tanpa satu pun alat pelindung diri. Mereka berjalan nyeker, tanpa sepatu safety, tanpa helm, tanpa rompi, tanpa sarung tangan—padahal lokasi proyek berdekatan langsung dengan aktivitas belajar mengajar siswa.

Tidak adanya pembatas atau garis zona aman antara pembangunan dan ruang belajar menjadi ancaman serius bagi keselamatan murid dan guru.

Seorang pekerja yang enggan ditulis namanya blak-blakan mengaku sudah seminggu bekerja tanpa APD.

“Sudah seminggu kerja, APD nggak dikasih. Upah juga belum jelas. Sepatu boot, helm, sarung tangan semuanya nggak ada. Saya cuma tukang ngaduk,” ungkapnya, Minggu (16/11/2025).

Besi Diduga Tidak Sesuai Spek: Toilet Mahal, Kualitas Murahan?

Yang paling mencolok adalah dugaan permainan spesifikasi teknis. Dari pemeriksaan fisik, ditemukan bahwa tulangan tiang hanya memakai besi 10,2 mm dengan cincin 6,2 mm, jauh dari spek teknis yang mengharuskan besi 12 mm dan cincin 8 mm.

Padahal, bagian ini merupakan struktur paling vital dalam bangunan.

Ironisnya, angka Rp173 juta yang seharusnya menjamin kualitas bangunan yang layak untuk fasilitas pendidikan justru menimbulkan tanda tanya besar: mengapa toilet sekolah dibangun dengan spek yang disunat?

IMG 20251117 WA0000

Konsultan: “Bisa di-CCO”, Publik: “Kenapa Tidak Sesuai dari Awal?”

Kus, konsultan pengawas proyek, saat dikonfirmasi justru menyampaikan bahwa pembesian yang kurang bisa diperbaiki lewat Contract Change Order (CCO).

Namun pernyataan ini memicu reaksi publik. Bagaimana mungkin spek yang seharusnya menjadi acuan sejak awal malah dianggap hal sepele yang bisa direvisi belakangan?

Kus juga mengakui bahwa nama konsultan tidak tercantum di papan proyek—sebuah pelanggaran administrasi yang tidak bisa dianggap sepele.

“APD sudah ada, tapi pelaksana belum membagikan. Nanti saya ingatkan,” katanya.

Pelaksana Hilang Kontak, Tidak Jawab Telepon Maupun WhatsApp

Saat dikonfirmasi melalui panggilan seluler dan pesan WhatsApp, Andi, selaku pelaksana proyek, memilih bungkam. Foto temuan di lapangan yang sudah dikirim pun tidak ditanggapi.

Diamnya pelaksana semakin mempertebal dugaan publik bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam pengerjaan toilet sekolah tersebut.

Publik Mendesak Evaluasi dan Bongkar Ulang Jika Terbukti Menyimpang

Masyarakat menilai bahwa proyek senilai ratusan juta rupiah ini harus dikerjakan sesuai spesifikasi karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa.

“Kalau besinya benar tidak sesuai spek, bongkar saja. Ini fasilitas anak sekolah, bukan proyek untuk cari keuntungan cepat,” ujar warga setempat.

Proyek toilet ini dinilai rawan menjadi contoh buruk dalam pengelolaan anggaran pendidikan, terutama jika pihak dinas tidak segera turun tangan.

Intipena.com Dalam Waktu Dekat Akan Minta Keterangan Resmi Dinas

Redaksi intipena.com akan segera mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk meminta klarifikasi resmi mengenai dugaan kejanggalan dan penyimpangan dalam proyek ini.

Publik kini menunggu respons tegas dari pihak terkait, agar pembangunan toilet bernilai fantastis tersebut tidak berubah menjadi monumen dugaan penyunatan spek yang merugikan anak-anak bangsa.

ARTIKEL TERKAIT

Paling Populer

Recent Comments