SERANG – Persoalan dugaan kerusakan pekerjaan plesteran dan acian tembok di SDN Kebon Sawah Luhur berujung polemik. Seorang kepala pekerja bernama Memet diduga melontarkan ancaman terhadap wartawan setelah mengetahui adanya pemberitaan terkait kondisi pekerjaan tersebut.
Sebelum berita diterbitkan di media ini, tim media menemukan adanya kondisi plesteran dan acian tembok yang mengalami kerusakan atau gompal pada bagian tertentu, termasuk area pemasangan jendela. Temuan tersebut kemudian menjadi bahan pemberitaan dan sorotan terhadap kualitas pekerjaan.
Menanggapi hal itu, Memet disebut merasa keberatan dan emosi. Ia menilai pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dan tidak mengalami kerusakan ketika dirinya meninggalkan lokasi.
Menurut Memet, kerusakan pada bagian acian tembok diduga bukan berasal dari hasil pekerjaannya. Ia bahkan menduga kondisi tersebut merupakan tindakan yang dilakukan oleh pihak lain, termasuk wartawan yang melakukan peliputan.
Akibat pemberitaan tersebut, Memet mengaku mendapat komplain dari pihak pelaksana pekerjaan hingga pembayaran atas pekerjaannya disebut mengalami penundaan.
“Itu kan editan AI. Walaupun ada tanggal di foto, saya juga bisa bikin begitu. Sudah begini saja, mau editan atau bukan, kita taruhan saja. Nyawa kamu itu paling juga tinggal 3 hari. Sesuai fakta saja: kalau kita yang salah, umur tidak akan lama; kalau benar, kita akan panjang umur,” ujar Memet. Selasa, (30/06).
Ia juga meminta agar tudingan terkait kerusakan pekerjaan dibuktikan secara jelas. Menurutnya, tidak semua bagian tembok mengalami kerusakan seperti yang diberitakan.
“Soal gompal itu harus ada bukti jelas. Saya tanya, bagian besar yang diplester itu mana ada yang rusak? Tadinya tidak ada masalah apa-apa,” katanya.
Lebih lanjut, Memet menyampaikan rencana untuk melakukan upaya hukum karena merasa pemberitaan yang muncul tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan ingin agar informasi yang disampaikan kepada publik berdasarkan fakta.
“Saya juga dulunya wartawan,” ucap Memet.
Namun ketika dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai media tempat dirinya pernah bekerja, Memet tidak memberikan jawaban dan memilih mengakhiri percakapan.
Sementara itu, tim media berencana meminta klarifikasi resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang terkait dugaan ancaman terhadap wartawan serta kualitas pekerjaan pada proyek tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas maupun pelaksana pekerjaan terkait adanya dugaan kerusakan maupun pernyataan yang disampaikan oleh Memet.
Catatan Redaksi:
Apakah persoalan ini akan berlanjut ke proses hukum atau hanya sebatas pernyataan sesaat? Redaksi akan terus mengikuti perkembangan informasi dan menghadirkan pemberitaan berdasarkan fakta serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
(Red)


