BerandaKontruksiDiduga Proyek Rekonstruksi Jalan Jakung-gedeg Bankeu Dikerjakan "Asal Jadi", Kualitas Beton dipertanyakan...

Diduga Proyek Rekonstruksi Jalan Jakung-gedeg Bankeu Dikerjakan “Asal Jadi”, Kualitas Beton dipertanyakan Meski Anggaran Tembus Rp 4,9 Miliar.

Kota serang intipena.com – Pekerjaan rekonstruksi jalan yang menghubungkan wilayah Jakung Gedeg “Bankeu” diduga kuat dikerjakan secara asal jadi (asjad) dan tidak memenuhi standar teknis konstruksi. Dugaan ini menimbulkan pertanyaan di berbagai pihak pasalnya pekerjaan tersebut terlihat mutu dan kualitasnya diduga tidak sesuai spesifikasi.

Pantauan awak media di lapangan terlihat beton yang baru saja rampung sudah banyak yang pecah retak bahkan patah sampai terlihat lantai dasarnya saking besarnya patahan tersebut.

Dan bukan hanya itu dugaan kuat adanya indikasi penggunaan campuran beton yang tidak merata, ketebalan lapisan yang tidak sesuai bestek, serta finishing permukaan jalan yang kasar dan rentan retak dini.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan besarnya anggaran negara yang digelontorkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).Menurut salah satu warga yang engga disebut nama menyatakan kekhawatirannya terhadap pekerjaan tersebut karna menutnya pekerjaan ini baru,

Kami khawatir, jalan ini hanya bertahan beberapa bulan saja kembali rusak, masa Dengan anggaran hampir Rp 5 miliar, seharusnya kualitas betonnya terjamin kuat dan awet. Tapi yang kami lihat seperti dikerjakan buru-buru dan asal jadi,” keluhnya. minggu :16/8/2026

Dugaan pelanggaran terhadap spesifikasi teknis ini menjadi sorotan serius mengingat jalan Jakung-Gedeg Bankeu merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi di wilayah tersebut.

Jika kualitas beton tidak sesuai standar, maka keselamatan pengguna jalan juga akan terancam.tambahnya

Media Intipena.com mendesak instansi terkait untuk bersikap transparan dan tegas. Jangan biarkan anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat disia-siakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

Kami akan terus memantau perkembangan isu ini dan meminta klarifikasi dari pihak DPUPR serta kontraktor pelaksana dalam edisi berikutnya.pihak penyedia jasa (kontraktor) belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan media di lapangan, Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari DPUPR selaku pengawas proyek diharapkan segera turun tangan untuk melakukan uji laboratorium (core test) terhadap mutu beton yang telah dipasang untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut layak diterima atau harus dibongkar ulang.

Perlu di ketahui Proyek strategis ini dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor 620/15/SP/PPK/TENDER/BM-DPUPR/2026 yang ditandatangani pada 13 April 2026. Dengan nilai kontrak yang fantastis, yakni sebesar Rp 4.997.360.000,- (Empat Miliar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Tiga Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah), masyarakat setempat mengharapkan hasil pekerjaan yang kokoh, tahan lama, dan sesuai spesifikasi teknis. Namun, realita di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya.

(Red Bojjes)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Recent Comments