BerandaPendidikanDiduga Pelaksana Proyek Rehab SMPN 16 Kota Serang Minim Pengawasan, K3 Pekerja...

Diduga Pelaksana Proyek Rehab SMPN 16 Kota Serang Minim Pengawasan, K3 Pekerja dan Pembatas Area Jadi Sorotan

KOTA SERANG – Proyek rehabilitasi gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 Kota Serang menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah dugaan permasalahan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan hasil monitoring awak media Intipena.com pada Selasa (23/6/2026), pelaksanaan proyek rehab sekolah tersebut diduga minim pengawasan. Salah satu hal yang menjadi sorotan yakni terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para pekerja yang dinilai belum maksimal.

Selain itu, pihak pelaksana proyek disebut jarang terlihat berada di lokasi pekerjaan. Bahkan, konsultan pengawas juga tidak tampak berada di area proyek saat dilakukan pemantauan. Kondisi lain yang turut menjadi perhatian yakni belum adanya pembatas yang jelas antara area pekerjaan proyek dengan aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Dari pantauan di lokasi, aktivitas pengerjaan terlihat berjalan, namun pengawasan terhadap pekerjaan dinilai masih kurang. Padahal, proyek tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Serang dengan nilai ratusan juta rupiah.

Adapun berdasarkan papan informasi proyek (PIP) yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki rincian:

  • Lokasi: Kota Serang
  • Nomor Kontrak: 000.3.2/028/SPK-REHAB SMPN16/DISPEN BUDKOT/2026
  • Nilai Kontrak: Rp232.875.000 (Dua Ratus Tiga Puluh Dua Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah)
  • Waktu Pelaksanaan: 60 Hari Kalender
  • Sumber Dana: APBD Kota Serang

Salah seorang anggota LSM KPKRI, Ijul Bahri, yang ditemui di sekitar lokasi sekolah, mempertanyakan minimnya kehadiran pihak pelaksana proyek di lapangan.

“Anggarannya katanya besar, tapi kok pengerjaannya lambat sekali. Kami jarang melihat kontraktor atau mandor berada di lokasi. Kalau pun ada, hanya sebentar,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang guru SMPN 16 Kota Serang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, adanya pekerjaan rehab memang sedikit mengganggu aktivitas sekolah. Namun pihaknya berharap pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan sesuai rencana agar para siswa dapat kembali belajar dengan nyaman.

“Memang sedikit terganggu, tetapi kami berharap pekerjaan cepat selesai dan hasilnya sesuai dengan rencana,” katanya.

Terkait adanya dugaan minimnya pengawasan dan kehadiran pelaksana di lokasi proyek, Intipena.com memberikan ruang hak jawab kepada pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang terkait pelaksanaan rehabilitasi gedung SMPN 16 Kota Serang tersebut.

Red/Bojjes

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Recent Comments