BerandaDaerahKetua Kelompok Tani Hegar Tuai Kritik Warga, Proyek Irigasi Tersier Rp100 Juta...

Ketua Kelompok Tani Hegar Tuai Kritik Warga, Proyek Irigasi Tersier Rp100 Juta Disorot

SERANG, Intipena.com – Pelaksanaan kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PJIT) yang dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Tani Hegar di Lingkungan Sindang Raksa, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, menuai sorotan dan kritik dari sejumlah warga setempat.

Program yang bertujuan mendukung kelancaran pasokan air bagi lahan pertanian tersebut merupakan kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp100 juta.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani Hegar dengan lokasi pekerjaan di Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka.

Sejumlah warga mengakui bahwa keberadaan jaringan irigasi tersier sangat penting untuk menunjang kebutuhan air bagi areal persawahan dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

“Melalui program ini, kami berharap saluran irigasi dapat berfungsi lebih baik sehingga kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi secara maksimal,” ujar salah seorang warga kepada media, Senin (22/6/2026).

Namun demikian, di tengah harapan masyarakat terhadap manfaat program tersebut, muncul sejumlah keluhan terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

256547

Warga menilai pengawasan terhadap pekerjaan masih kurang optimal. Bahkan, Ketua Kelompok Tani Hegar, Arfai, disebut jarang terlihat melakukan pemantauan langsung di lokasi proyek.

Selain itu, sejumlah warga menduga terdapat beberapa bagian pemasangan pondasi batu pada saluran irigasi yang tidak dikerjakan secara maksimal. Kondisi tersebut terlihat dari adanya rongga-rongga pada susunan pondasi yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas dan ketahanan konstruksi dalam jangka panjang.

Saat melakukan peninjauan ke lokasi pada Senin (22/6/2026), tim media menemukan beberapa bagian konstruksi yang tampak belum terisi secara rapat sehingga menimbulkan celah pada pasangan batu pondasi.

Warga berharap pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para petani.

“Kami berharap dinas terkait turun langsung melakukan pengecekan kembali ke lokasi pekerjaan agar kualitas pembangunan benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkap seorang warga.

Selain meningkatkan kualitas jaringan irigasi, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui pelibatan tenaga kerja lokal serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Sindang Raksa dan sekitarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Ketua Kelompok Tani Hegar, Arfai, belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan keluhan yang disampaikan warga. Upaya konfirmasi yang dilakukan media masih belum memperoleh tanggapan.

Masyarakat berharap adanya evaluasi dan pengawasan lebih lanjut dari instansi terkait guna memastikan penggunaan anggaran negara dapat memberikan hasil yang optimal serta sesuai dengan tujuan pembangunan sektor pertanian.

(Red/Bojjes)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Recent Comments