BerandaPeristiwaSikap TU Puskesmas Gunungsari Saat Dikonfirmasi Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Transparansi Kasus...

Sikap TU Puskesmas Gunungsari Saat Dikonfirmasi Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Transparansi Kasus Muhayaroh

Serang, intipena.com – Polemik dugaan lambannya pelayanan terhadap pasien persalinan almarhumah Muhayaroh di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, kembali menjadi sorotan. Kali ini perhatian publik tertuju pada sikap Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Gunungsari, Utami Prananda, saat dikonfirmasi awak media terkait pernyataan sebelumnya mengenai keluarga korban yang disebut tidak pernah datang ke puskesmas.

Saat awak media melakukan konfirmasi ulang pada Rabu (17/06/2026), Utami Prananda disebut tidak memberikan penjelasan terkait tudingan tersebut dan memilih menjawab sambil berjalan meninggalkan lokasi.

“Masalah korban itu sudah selesai, sudah beres. Tidak perlu konfirmasi, toh meninggalnya juga tidak di sini,” ujar Utami Prananda.

Sikap tersebut menuai perhatian karena awak media sebelumnya ingin meminta penjelasan mengenai perbedaan keterangan antara keluarga korban dan pihak Puskesmas Gunungsari.

Keluarga almarhumah Muhayaroh sebelumnya menyampaikan bahwa korban sempat dibawa ke Puskesmas Gunungsari untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum akhirnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Namun pihak puskesmas melalui klarifikasinya yang dimuat salah satu media online menyatakan bahwa pasien tersebut tidak pernah datang ke puskesmas pada 1 Mei 2026.

Perbedaan informasi tersebut hingga kini masih menjadi pertanyaan masyarakat yang menginginkan adanya keterbukaan dan penjelasan secara transparan.

Aang, salah satu pemerhati pelayanan publik, menilai fasilitas kesehatan pemerintah seharusnya mengedepankan sikap ramah, santun, dan terbuka terhadap masyarakat maupun insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Pelayanan publik kesehatan harus memberikan rasa nyaman. Petugas seharusnya melayani dengan ramah dan komunikatif, bukan menunjukkan sikap yang membuat masyarakat merasa tidak dihargai,” ujar Aang.

Menurutnya, pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga bagaimana petugas memberikan pelayanan secara manusiawi.

“Orang sakit membutuhkan ketenangan. Kalau disambut dengan sikap yang kurang baik, tentu akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Aang berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Serang dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan komunikasi publik di Puskesmas Gunungsari.

“Kalau memang ada persoalan dalam pelayanan, harus dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Diketahui, kasus Muhayaroh sebelumnya menjadi perhatian setelah adanya perbedaan keterangan terkait kronologi kedatangan pasien ke Puskesmas Gunungsari. Keluarga korban menyebut korban sempat datang untuk mendapatkan pertolongan, sementara pihak puskesmas menyampaikan bahwa tidak ada kedatangan pasien tersebut.

Selain persoalan kronologi, masyarakat juga meminta agar pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas terus diperbaiki, mengingat puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media intipena.com masih berupaya meminta klarifikasi resmi dari pihak Puskesmas Gunungsari maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Serang terkait polemik tersebut.

Pemberitaan ini masih akan terus dikembangkan sesuai perkembangan informasi dan hasil konfirmasi dari pihak terkait.

(Redaksi intipena.com)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Recent Comments