SERANG, intipena.com– Sebuah pekerjaan proyek pengecoran atau betonisasi jalan di wilayah Kabupaten Serang diduga kuat merupakan proyek fiktif atau sering disebut warga sebagai proyek bodong, yang bahkan disamakan dengan kisah legenda Roro Jonggrang karena dugaan ketidak sesuaian dalam pelaksanaan.
Pekerjaan pembangunan jalan beton ini terindikasi memiliki sejumlah kejanggalan. Hasil pemantauan awak media Penasulta.co.id terlihat jelas kualitas mutu beton yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya berlaku.
Kondisi beton yang baru dikerjakan selama satu minggu lebih itu justru sudah terlihat retak-retak, pecah, hingga mengalami kerusakan parah seperti amblas.
Selain masalah kualitas, kejanggalan lain terlihat dari tidak dipasangnya Papan Informasi Proyek (PIP) yang seharusnya menjadi syarat wajib.
Di lokasi pekerjaan juga jarang terlihat kehadiran pihak pelaksana maupun konsultan pengawas, sehingga pengawasan berjalan sangat minim dan terkesan dibiarkan begitu saja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek ini bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang. Dugaan pelanggaran mengarah pada pihak kontraktor yang diduga mengurangi kualitas mutu beton, serta konsultan pengawas yang dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya. Konsultan dianggap tidak menegur penyimpangan yang terjadi dan kurang bertanggung jawab terhadap pengawasan proye
Pekerjaan pembangunan jalan beton tersebut berlokasi di Desa Kemuning, tepatnya di Lingkungan Kampung Kemuning, RT.04/RW.02, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten
jum, at 29/05/2026.


Menurut warga yang enggan di sebut namanya yang paham akan proyek,menurutnya masa kerjakan baru berjalan satu minggu lebih sudah menunjukkan kerusakan fisik, mutu di bawah standar, diduga tidak memiliki identitas proyek, serta lemahnya pengawasan. Hal ini merugikan keuangan daerah pastinya apalagi tidak memakai garis poislen hawatir membahayakan masyarakat yang akan menggunakan jalan ini. Ucapnya
Di tempat terpisah kepala bidang ( kabid) sihabudin saat di konfirmasi melalui via whasap tidak aktif atau memanggil, tidak hanya itu tim media mencoba menyambangi ke kantor demi mendapatkan informasi tapi tidak bertemu.
Ada apa dengan pekerjaan ini??
Menanggapi temuan di lapangan, Ketua HPN, asnen menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. “Kami akan segera melayangkan surat resmi kepada dinas-dinas terkait atas temuan kejanggalan ini, mulai dari tidak adanya papan informasi, kualitas pengecoran yang rendah, hingga penyimpangan spesifikasi,” ujar asnen kepada tim media Penasultan.co.id.
Lebih lanjut,asnen menyampaikan bahwa pihaknya juga akan melakukan koordinasi intensif dengan Dinas PUPR Kabupaten Serang guna meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan proyek jalan beton tersebut.
(Red/*)


