Senin, Februari 2, 2026
BerandaDaerahProyek Jalan Usaha Tani Desa Sujung Diduga Asal Jadi: Coran Campur Rumput,...

Proyek Jalan Usaha Tani Desa Sujung Diduga Asal Jadi: Coran Campur Rumput, Plastik Cuma di Pinggir!

SERANG, intipena.com – Aroma proyek asal jadi kembali tercium di Kabupaten Serang. Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa, yang dibiayai Dana Desa (DD) sebesar Rp116 juta lebih, disinyalir kuat dikerjakan asal-asalan dan penuh kejanggalan.

Hasil penelusuran tim investigasi intipena.com di lapangan menguak fakta mencengangkan. Plastik cor hanya dipasang di bagian pinggir jalan, bukan di seluruh badan cor sebagaimana standar teknis. Bahkan lebih parahnya lagi, adukan semen tampak bercampur dengan rumput — pemandangan yang jauh dari kata profesional.

Mutu pekerjaan patut dipertanyakan. Permukaan jalan terlihat kasar, mudah terkelupas, dan tidak menunjukkan kualitas beton yang sesuai dengan anggaran ratusan juta rupiah.

Staf Desa: “TPK-nya Pak Napi, Kades Lagi Sakit”

Seorang staf Desa Sujung yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bernama Napi.
Sementara Kepala Desa Sujung dikabarkan tengah dirawat di rumah sakit.

“Untuk fisik tahap kedua Dana Desa itu di ujung sawah, pembangunan JUT. Pak lurah sakit, kalau TPK-nya Pak Napi, mungkin lagi di luar,” ujar staf desa itu, Senin (13/10/2025).

Napi, TPK: “Saya Baru Pertama Ngebangun”

Saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Napi selaku TPK tampak kebingungan. Ia mengaku baru pertama kali menangani proyek rabat beton.
Lebih parah lagi, papan informasi proyek (Project Information Board/PIP) belum dipasang sejak pekerjaan dimulai.

“Sudah dipasang di pinggir solokan, takut ada yang ngambil. Besok saja saya pasang lagi pakai bambu. Material juga belum kumpul semua,” kata Napi santai.

Namun, ketika ditemui langsung keesokan harinya, Napi justru mengakui bahwa plastik cor memang hanya dipasang di pinggir saja, dengan alasan sudah menjadi kebiasaan para pekerja.

IMG 20251015 WA0142 edited

“Saya sudah arahkan supaya dipasang semua, tapi mereka biasa kerja begini. Untuk campuran semen, saya juga enggak tahu persis. Pekerja dibayar Rp130 ribu per hari tanpa makan,” ujarnya.

Parahnya lagi, saat ditanya soal mutu beton (K berapa) dan komposisi campuran semen-pasir, Napi mengaku tidak paham sama sekali.
Ia juga menyebut sempat memesan semen Tiga Roda, namun yang datang justru Conch, bahkan ada yang sudah mengeras satu sak.

“Itu kayaknya sisa, keras satu sak enggak bisa dipakai. Kalau soal mutu, saya enggak tahu,” tambahnya.

Kasi Ekbang Benarkan Keterlambatan dan Pemasangan Plastik Pinggir

Sementara itu, Arip, Kasi Ekbang Desa Sujung, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, membenarkan bahwa papan informasi proyek baru dikirim Selasa (14/10/2025).
Ia juga tidak menampik bahwa plastik cor hanya dipasang di sisi pinggir jalan.

“Sudah dikirim papan informasinya. Coba konfirmasi ke TPK-nya,” tulisnya singkat.

Indikasi Penyimpangan Dana Desa

Serangkaian fakta di lapangan mengindikasikan ketidaksesuaian dengan Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan Dana Desa.
Proyek senilai Rp116 juta ini seolah dikerjakan tanpa pengawasan dan pemahaman teknis yang memadai.

Kuat dugaan, ada unsur kelalaian dan potensi penyimpangan anggaran yang mesti ditelusuri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Inspektorat, bahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sujung belum memberikan keterangan resmi terkait proyek yang kini ramai jadi sorotan tersebut.

Tim investigasi intipena.com akan melanjutkan peliputan ke tingkat kabupaten untuk menguak tuntas dugaan penyimpangan dalam proyek Dana Desa ini.

ARTIKEL TERKAIT

Paling Populer

Recent Comments

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini