Senin, Februari 2, 2026
BerandaEdukasiBalai Warga Kramatjati Resmi Berdiri, UMKM Rajut Siap Menjadi Kebanggaan Desa

Balai Warga Kramatjati Resmi Berdiri, UMKM Rajut Siap Menjadi Kebanggaan Desa

INTIPENA.COM, Serang – Desa Kramatjati, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, akhirnya meresmikan gedung balai kemasyarakatan yang sejak lama dinantikan warga. Gedung yang dibangun melalui usulan musyawarah desa itu kini resmi menjadi pusat kegiatan, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Acara tasyakuran berlangsung hangat dan meriah, dihadiri para perangkat desa, pendamping desa hingga perwakilan kecamatan. Bukan sekadar peresmian gedung, tetapi juga simbol kebangkitan kreativitas warga—khususnya komunitas perajut lokal yang kini mulai dilirik sebagai kekuatan ekonomi desa.


RKJ Craft, Gerakan Rajut yang Berawal dari Keprihatinan

Siti Masitoh, owner RKJ Craft, menceritakan perjalanan awal komunitas rajut yang berangkat dari keinginan sederhana: memberdayakan ibu-ibu desa yang menganggur.

“RKJ Craft berdiri sejak 25 Juni 2022. Alhamdulillah sekarang sudah tiga tahun berjalan. Anggota kami sudah sekitar 25 orang,” tuturnya.

RKJ Craft—Rajut Keramat Jati—lahir dari kepedulian Siti melihat banyak ibu-ibu yang tidak memiliki penghasilan. Ia mengajak mereka belajar merajut, hingga kini gerakan itu menjadi kelompok UMKM aktif yang telah mengikuti pelatihan dari Disperindag Kabupaten Serang, Disperindag Provinsi Banten, hingga pelatihan handmade di Bandung.

Kini produk rajutan mereka semakin naik kelas setelah dikombinasikan dengan kain tenun Baduy, menghasilkan karya berkarakter kuat dengan nilai jual tinggi. Harga produk pun bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga di atas Rp500.000.


IMG 20251120 17524535

Balai Kemasyarakatan Jadi Rumah Baru UMKM Desa

Ketua BPD Desa Kramatjati, Hj. Mulyati, menegaskan bahwa gedung kemasyarakatan tersebut merupakan harapan besar warga yang sudah lama diperjuangkan dalam musyawarah desa.

“Gedung ini akan digunakan sebagai pusat pelatihan dan pusat kegiatan UMKM, khususnya kelompok rajut ibu-ibu PKK. Hari ini gedung sudah bisa dipergunakan secara resmi,” tegasnya.

Ia berharap fasilitas baru ini mampu menjadi ruang produktif bagi warga dan memperkuat perekonomian Kramatjati.


Aset Desa yang Dibangun dari Usulan Masyarakat

Pendamping desa, Sri Haryati, menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini merupakan aspirasi masyarakat yang menguat dalam musyawarah desa. Bahkan, tanah untuk pembangunan gedung telah dihibahkan dan kini menjadi aset resmi desa.

“Harapan saya, gedung ini menjadi tempat kegiatan positif untuk memajukan ekonomi desa. Termasuk pembelajaran generasi muda seperti merajut atau keterampilan lainnya,” ujarnya.


PJ Kades Mad Usman Dorong UMKM Terus Berinovasi

PJ Kepala Desa Kramatjati, Mad Usman, menegaskan bahwa peresmian balai warga bukanlah akhir, melainkan awal dari pengembangan ekonomi kreatif desa. Produk-produk ibu-ibu Kramatjati—tas, sepatu, hingga bros—adalah hasil pelatihan berkelanjutan.

“Ke depan pelatihan harus terus ada. Kita harap ibu-ibu PKK makin potensial dan cerdas dalam berkarya agar UMKM Kramatjati dikenal masyarakat luas,” kata Usman.

Ia juga menegaskan bahwa pelatihan dan kegiatan UMKM akan menjadi bagian dari strategi desa untuk mengurangi pengangguran dan memperkuat ekonomi lokal.


Peresmian yang Menandai Babak Baru Ekonomi Desa

Acara tasyakuran tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Kramatjati, Sahrul, serta perangkat desa lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap geliat UMKM dan kreativitas warga.

Dengan berdirinya balai kemasyarakatan yang kini resmi menjadi aset desa, masyarakat Kramatjati memiliki ruang baru untuk tumbuh, belajar, dan memajukan ekonomi desa secara mandiri.

Gedung ini bukan sekadar bangunan—melainkan harapan, kerja kolektif, dan simbol kebangkitan ekonomi lokal yang lahir dari tangan-tangan kreatif masyarakatnya sendiri.

ARTIKEL TERKAIT

Paling Populer

Recent Comments

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini