Senin, Februari 2, 2026
BerandaPeristiwaSungai Ciwaka Meluap, 115 Rumah Warga Desa Cigelam Terendam Banjir 1,5 Meter

Sungai Ciwaka Meluap, 115 Rumah Warga Desa Cigelam Terendam Banjir 1,5 Meter

Serang — Ratusan warga Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Ciwaka menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Sedikitnya 115 rumah di dua kampung terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, Kamis (18/12/2025).

Banjir terjadi di Kampung Cikele dan Kampung Cigelam RT 01 dan 02 RW 01. Air masuk ke permukiman warga sejak pagi hari dan hingga siang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Ketua RW 01 Desa Cigelam, Juwahir, mengatakan banjir merupakan kejadian yang hampir setiap tahun dialami warga. Namun, intensitas dan dampak banjir kali ini dinilai paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Banjir ini sudah terjadi sekitar tiga tahun terakhir, tapi yang sekarang paling parah. Sungai Ciwaka dangkal, ditambah curah hujan tinggi dan adanya bendungan Kemayungan yang menghambat aliran air,” ungkap Juwahir.

Menurutnya, kondisi bendungan di wilayah Desa Kemayungan sudah tidak optimal. Tumpukan sampah dan lumpur membuat aliran air tersendat, sehingga air sungai meluap ke permukiman warga.

“Di dalam rumah air sudah sepinggang orang dewasa, sekitar satu setengah meter. Kalau hujan deras, air cepat naik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cigelam, Sapiudin, membenarkan bahwa banjir dipicu oleh pendangkalan Sungai Ciwaka serta buruknya kondisi bendungan Kemayungan. Ia menyebut, hingga kini warga terdampak belum menerima bantuan dari pemerintah.

“Sampai saat ini belum ada bantuan. Kami di desa sudah menyiapkan dapur umum di depan balai desa untuk membantu warga yang terdampak,” kata Sapiudin.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten segera turun tangan untuk memberikan bantuan darurat serta melakukan penanganan jangka panjang.

“Harapan kami ada normalisasi Sungai Ciwaka dan perbaikan bendungan Kemayungan. Kalau dibiarkan, banjir akan terus berulang dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih membersihkan rumah dan menyelamatkan barang-barang penting sambil menunggu bantuan serta surutnya genangan air.

ARTIKEL TERKAIT

Paling Populer

Recent Comments

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini