Senin, Februari 2, 2026
BerandaKontruksiPeningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Paket 1 Curug Kemanisan Diduga Hamburkan Uang Negara

Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Paket 1 Curug Kemanisan Diduga Hamburkan Uang Negara

Serang, intipena.com – Proyek Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Paket 1 di Kelurahan Kemanisan dan Kelurahan Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang, kini menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, proyek bernilai fantastis Rp6,7 miliar lebih yang dikerjakan oleh CV Arfiristi Berkah dan diawasi CV Sahayu Jaya dari anggaran APBD Provinsi Banten Tahun 2025, diduga hanya menjadi ajang “hambur-hamburkan uang negara”.

Proyek tersebut mencakup tiga item pekerjaan: paving block, u-ditch, dan betonisasi. Namun, pelaksanaannya menuai banyak tanda tanya. Salah satunya, pemasangan paving block yang dilakukan di atas bangunan hotmix yang masih baik, seolah hanya menumpuk pekerjaan tanpa dasar teknis yang jelas. Kondisi ini diduga akibat minimnya pengawasan dari pelaksana dan konsultan pengawas, sehingga kualitas pekerjaan terindikasi asal jadi.

Pekerjaan Asal Jadi, Paving Bergelombang dan Tidak Presisi

Hasil penelusuran tim di lapangan memperlihatkan banyak kejanggalan. Para pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, hanya mengenakan rompi seadanya. Lebih ironis lagi, pelaksana proyek maupun konsultan pengawas tidak pernah terlihat di lokasi, padahal pekerjaan sedang berlangsung.

IMG 20251106 WA0089 edited

Kondisi paving block pun memprihatinkan. Permukaan bergelombang, renggang antar batu, bahkan pada beberapa titik terlihat ditambal menggunakan adukan semen. Di tikungan jalan, pemasangan paving tampak tidak presisi dan terkesan asal-asalan, seolah dikerjakan tanpa perhitungan teknis yang matang.

Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pelaksana proyek jarang datang ke lokasi. 

“Pelaksananya Atrit, dia nggak ke sini. Konsultan pengawas juga nggak tahu. Kami kerja di sini udah seminggu lebih, ada juga pekerjaan beton di Kemanisan. Upah harian, tapi nggak tahu pasti berapanya,” ungkapnya, Minggu (2/11/2025).

Pelaksana Mengelak, Pengawas Menghilang

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sidik (Atrit) yang disebut sebagai pelaksana hanya menjawab singkat:  

“Coba hubungi Andre, dia pelaksananya. Kemarin juga Sanjaya ketemu Andre.”

Sementara itu, Andre yang dihubungi lewat telepon mengaku sebagai pelaksana proyek.  

“Iya Om, saya pelaksana. Besok sore saja ya kita ketemu, saya lagi di Malingping,” katanya.

Namun, janji pertemuan yang dijadwalkan tidak pernah terealisasi. Ketika dikonfirmasi ulang keesokan harinya, Andre hanya bungkam dan tidak merespons.

IMG 20251107 WA0044 edited

Publik Desak Tindakan Tegas

Proyek dengan nilai miliaran rupiah ini semestinya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperbaiki kualitas lingkungan pemukiman. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan potret buruk pelaksanaan proyek yang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis dan terindikasi pemborosan anggaran.

Masyarakat mendesak pihak terkait, terutama Inspektorat, Dinas Perkim, dan aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan dan menindak tegas pelaksana proyek yang diduga abai terhadap tanggung jawabnya sebagai pengguna anggaran rakyat.

“Jangan jadikan proyek bernilai fantastis ini sebagai ajang belajar atau percobaan,” tegas seorang warga yang geram melihat hasil pekerjaan di lokasi.

Kasus ini menambah daftar panjang proyek beranggaran besar yang pelaksanaannya tak sebanding dengan kualitas hasilnya — mencoreng semangat transparansi dan akuntabilitas penggunaan uang negara.

(Tis/red)

ARTIKEL TERKAIT

Paling Populer

Recent Comments

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini