Senin, Februari 2, 2026
BerandaDaerahDugaan Gagal Konstruksi Mencuat, Pembangunan RKB SDN Kepuren 2 Disorot Publik

Dugaan Gagal Konstruksi Mencuat, Pembangunan RKB SDN Kepuren 2 Disorot Publik

Serang, intipena.com – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Kepuren 2 di Kelurahan Kepuren, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, menuai sorotan tajam. Pekerjaan yang baru rampung beberapa hari lalu itu diduga kuat tidak sesuai dengan Bill of Quantity (BOQ) dan terindikasi gagal konstruksi.

Proyek senilai Rp 524 juta lebih yang bersumber dari APBD Kota Serang Tahun Anggaran 2025 ini dikerjakan oleh CV. Danar Mitra Gemilang, dengan konsultan pengawas PT. Adriyan Cipta Mandiri. Namun, pelaksanaan di lapangan diduga jauh dari standar teknis yang ditetapkan pemerintah.

Temuan Lapangan: Banyak Kejanggalan

Berdasarkan hasil penelusuran tim intipena.com, di lokasi proyek ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran teknis. Di antaranya, tidak adanya pembatas area proyek dengan kegiatan belajar mengajar (KBM), serta pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, rompi, dan sepatu boot—mengabaikan prinsip keselamatan kerja (K3).

Lebih parah lagi, kedalaman galian pondasi hanya sekitar 55–60 cm, padahal dalam BOQ seharusnya mencapai 90 cm. Besi sloof yang semestinya menggunakan diameter 12 mm justru hanya dipasang 10 mm, sementara cincin besi berukuran 6,8 mm. Pelaksana proyek dan pengawas pun tidak tampak di lokasi saat pekerjaan berlangsung.

Kondisi pasca pekerjaan pun tak luput dari sorotan. Keramik lantai tampak belang dan berbeda warna, diduga akibat kekurangan material, sementara pintu terlihat renggang dan tidak presisi. Warga sekitar menyebut hasil proyek ini “asal jadi”.

Pekerja Akui Banyak Ketidaksesuaian

Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa pelaksana proyek, Rahmat dan Andi, jarang hadir di lokasi. Ia juga mengaku tidak mengenakan APD karena alasan kenyamanan.

“Kalau pakai helm, sepatu boot, sama rompi panas, Pak. Untuk teknisnya tanya saja sama Pak Rahmat,” ucapnya saat ditemui di lokasi.  

Ia juga menyebutkan bahwa para pekerja dibayar harian sebesar Rp 130 ribu, dengan jumlah sekitar sepuluh orang.

Pelaksana Akui Gunakan Besi 10 mm

Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rahmat, selaku pelaksana proyek, justru membenarkan sebagian dugaan tersebut.

“Ketinggian pondasi ya segitu Om, 50 cm. Besi yang dipakai untuk sloof 10 mm,” tulisnya.

Namun, saat ditanya lebih jauh mengenai tidak adanya garis pembatas dan pengawasan, Rahmat tidak memberikan jawaban jelas, hanya menyebut Nanti kalau sudah ada yang masuk saya transfer ya, ini lagi kosong,” tulis Rahmat. Sabtu (25/10/2025)

Dindik Kota Serang Bungkam

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan penyimpangan tersebut.  

Publik pun menuntut transparansi dan pengawasan lebih ketat agar setiap proyek pendidikan yang bersumber dari uang rakyat benar-benar memenuhi standar mutu dan keselamatan.

Tim intipena.com akan terus menelusuri dugaan pelanggaran dalam proyek ini serta menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.

ARTIKEL TERKAIT

Paling Populer

Recent Comments

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini