SERANG, intipena.com – Setelah menuai keresahan warga, akhirnya Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun tangan menangani limbah B3 medis yang bersumber dari Rumah Sakit Tonggak Husada di kawasan Perumahan Graha Walantaka, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka.
Langkah cepat ini dilakukan DLH bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH), Penyuluh Lingkungan Hidup Indonesia (PELHI), dan menggandeng perusahaan pengelola limbah resmi PT Wahana Pemunah Limbah Industri (WPLI).
Dalam kegiatan pengangkutan limbah berbahaya tersebut turut hadir Camat Walantaka Muslim Soleh, Sekretaris Kelurahan Pengampelan Hanapi, Babinsa Apendi, perwakilan Kapolsek Walantaka, serta para tokoh lingkungan dan RT/RW setempat.
Haji Asep dari PELHI menjelaskan, hingga kini pemerintah daerah belum memiliki alat pemusnah limbah B3 medis. Karena itu, pihaknya menggandeng swasta untuk menuntaskan persoalan tersebut.
“Pemerintah kota maupun kabupaten belum punya alat pemunah limbah medis rumah sakit. Hanya PT WPLI yang memiliki izin resmi untuk pengangkutan dan pemusnahannya. Jadi kita kerja sama agar segera tuntas,” jelasnya, Rabu (22/10/2025).
Haji Asep juga menegaskan bahwa pembuangan limbah medis sembarangan adalah pelanggaran berat dan bisa dijerat pidana.
“Kalau ketahuan pelakunya, bisa kena denda besar dan pidana sesuai UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Limbah yang diangkut ini beratnya sekitar 15 ton atau tiga truk,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Walantaka Muslim Soleh menegaskan akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum bila kasus serupa terulang.
“Kami berharap tidak ada lagi limbah medis dibuang di lingkungan warga. Tapi kalau masih terjadi, kita serahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya tegas.
Rasa lega pun dirasakan warga Graha Walantaka. Salah satunya, Siti Masitoh, mengaku kini lebih tenang setelah limbah berbahaya tersebut diangkut.
“Sekarang saya merasa aman. Anak-anak juga nggak main ke situ lagi. Mudah-mudahan semuanya dibersihkan,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota dan Muspika Walantaka yang cepat tanggap terhadap keluhan warga.
“Kami apresiasi respon cepat pemerintah. Terima kasih sudah mendengar keluhan kami,” tambahnya.
Dengan diangkutnya limbah B3 medis dari RS Tonggak Husada, warga Graha Walantaka kini bisa kembali beraktivitas dengan rasa aman tanpa khawatir ancaman bahaya limbah beracun.
(Tisna)


